SAWITBAIK.ID, KUALA LUMPUR — Kinerja ekspor sawit Malaysia menguat pada Desember 2025. Namun kenaikan pengiriman ke pasar global belum cukup menahan lonjakan stok, yang justru meningkat signifikan hingga menembus angka 3 juta ton.
Data terbaru dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) mencatat ekspor minyak sawit Malaysia pada Desember 2025 naik 8,52% menjadi 1,32 juta ton, dibandingkan 1,21 juta ton pada November.
Di saat ekspor meningkat, produksi CPO justru melemah. MPOB melaporkan produksi crude palm oil turun 5,46% menjadi 1,83 juta ton, dari sebelumnya 1,94 juta ton.
Output palm kernel juga turun 1,75% menjadi 434.539 ton. Namun beberapa produk turunan kernel justru mengalami kenaikan, seperti crude palm kernel oil yang naik 1,05% serta palm kernel cake yang meningkat 2,05%.
Lonjakan stok terlihat cukup mencolok. Stok CPO naik 4,52% menjadi 1,82 juta ton. Sementara stok produk olahan melonjak lebih tinggi, yaitu naik 12,46% menjadi 1,23 juta ton.
Akumulasi keduanya membuat total stok minyak sawit Malaysia naik 7,58% menjadi 3,05 juta ton, dari 2,84 juta ton pada bulan sebelumnya.
MPOB juga mencatat ekspor produk turunan meningkat tajam, seperti palm kernel oil naik 14,85%, palm kernel cake naik 22,78%, dan ekspor oleokimia naik 33,49%.
Namun, ekspor biodiesel justru merosot tajam. Volume biodiesel Desember 2025 turun 75,14% menjadi hanya 11.697 ton, dibandingkan 47.059 ton pada November.
Sementara itu, impor CPO dilaporkan nol pada Desember, tetapi impor gabungan palm kernel oil dan palm oil meningkat 43,64% menjadi 33.292 ton.
Pergerakan ini menggambarkan pasar sawit Malaysia masih menghadapi dinamika ketat, terutama menjelang awal 2026 yang diperkirakan tetap dipengaruhi siklus produksi, stok, dan kebijakan biofuel. (T2)
Sumber: MPOB













