SAWITBAIK.ID, JAKARTA – Tekstur lembut margarin, renyahnya biskuit, hingga stabilnya cokelat saat disimpan bukanlah hasil kebetulan. Di balik berbagai produk pangan modern tersebut, terdapat peran penting speciality fats berbasis minyak sawit.
Buku Fakta Kelapa Sawit (TAMSI–DMSI, 2010) menjelaskan bahwa CPO dapat diolah menjadi berbagai jenis speciality fats. Produk ini merupakan lemak khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik industri pangan. Elisabeth (2009) mencatat bahwa sebagian besar speciality fats berbasis sawit aman dan sehat untuk dikonsumsi manusia.
Keunggulan utama speciality fats dari sawit terletak pada stabilitasnya. Lemak ini tahan terhadap perubahan suhu, tidak mudah teroksidasi, dan mampu menjaga tekstur serta cita rasa produk. Karakteristik tersebut sangat dibutuhkan oleh industri makanan modern yang menuntut kualitas konsisten.
Selain itu, speciality fats dari sawit juga membantu meningkatkan efisiensi produksi. Dengan sifat yang mudah diolah dan stabil, industri pangan dapat menghasilkan produk dalam jumlah besar dengan mutu yang tetap terjaga.
Karena alasan inilah minyak sawit menjadi salah satu bahan baku utama industri pangan global. Dari produk roti hingga makanan siap saji, sawit berperan penting dalam memastikan pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau bagi konsumen.
Tahukah Anda?
Speciality fats dari sawit digunakan dalam berbagai produk, mulai dari margarin, shortening, hingga pengganti lemak kakao pada produk cokelat. (T2)













