SAWITBAIK.ID, JAKARTA — Tampil cantik dan menarik telah menjadi kebutuhan banyak perempuan. Beragam cara ditempuh, mulai dari perawatan sederhana hingga penggunaan produk kosmetik dengan teknologi canggih. Di balik kemasan yang menarik dan klaim manfaatnya, industri kosmetik modern bergantung pada bahan baku yang terus berkembang, termasuk turunan minyak sawit.
Merujuk tulisan Heryoki Yohanes/ Peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi /BPPT, sekarang BRIN, kosmetik sejatinya bukan barang baru. Catatan sejarah menunjukkan penggunaannya telah dikenal sejak sekitar 3.500 tahun sebelum Masehi di era Mesir Kuno. Namun, sejak abad ke-19, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong industri kosmetik tumbuh pesat. Kosmetik kini tidak hanya berfungsi mempercantik penampilan, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit, melalui perpaduan antara farmasi dan kosmetik yang dikenal sebagai cosmeceuticals.
Meningkatnya kebutuhan pasar mendorong industri kosmetik mengembangkan produk dengan beragam varian. Konsekuensinya, formulasi kosmetik modern tidak hanya mengandalkan bahan dasar alami, tetapi juga memanfaatkan berbagai bahan tambahan kimia untuk meningkatkan fungsi, daya tahan, dan kenyamanan penggunaan.
Secara umum, formulasi kosmetik terdiri atas bahan dasar, bahan aktif, dan bahan tambahan. Di sinilah minyak sawit memiliki peran strategis. Sebagai salah satu sumber minyak nabati terbesar di dunia, minyak sawit dan turunannya menawarkan keunggulan dibandingkan minyak mineral maupun sintetis, karena bebas dari senyawa hidrokarbon polisiklik aromatik yang berpotensi berbahaya bagi kulit.
Salah satu turunan minyak sawit yang memiliki potensi besar dalam industri kosmetik adalah metalik stearat. Bahan ini banyak digunakan dalam berbagai produk make-up seperti eyeliner, eyeshadow, maskara, lipstik, blusher, bedak wajah, hingga foundation. Selain itu, metalik stearat juga diaplikasikan dalam produk wewangian, deodoran, serta perawatan rambut dan kulit.
Dalam proses produksinya, metalik stearat dapat dibuat melalui dua metode utama, yaitu metode langsung dan tidak langsung. Pada metode langsung, asam stearat direaksikan dengan logam oksida, hidroksida, atau karbonat dalam reaktor bertekanan maupun tanpa tekanan. Sementara itu, metode tidak langsung diawali dengan proses penyabunan untuk membentuk sabun stearat, yang kemudian direaksikan dengan larutan garam logam.
Di antara berbagai jenis metalik stearat, zinc stearate dan magnesium stearate merupakan yang paling umum digunakan dalam kosmetik. Zinc stearate, misalnya, dikenal luas sebagai anticaking agent. Fungsinya antara lain menyerap kelembaban berlebih, melapisi partikel agar bersifat tahan air, serta meningkatkan daya lekat bedak pada kulit.
Dalam formulasi bedak tabur, zinc stearate membantu mencegah penggumpalan dan menjaga bahan tetap mudah mengalir. Namun, penggunaannya perlu dikontrol. Umumnya, kadar zinc stearate berkisar antara 3–15 persen, tergantung aplikasi produk. Penggunaan berlebihan dapat menimbulkan bercak pada kulit, mengurangi sifat slip bahan lain, hingga memicu kesan berminyak dan munculnya noda jerawat, khususnya pada produk bedak padat.
Selain kadar penggunaan, tingkat kemurnian zinc stearate juga menjadi faktor krusial. Residu asam lemak tidak jenuh yang tersisa dapat menyebabkan bau tengik pada produk kosmetik, sehingga kualitas bahan baku menjadi penentu utama mutu produk akhir.
Melihat luasnya aplikasi metalik stearat dalam industri kosmetik, pengembangan teknologi proses dan produksi berbasis minyak sawit menjadi peluang sekaligus tantangan. Hal ini terutama penting mengingat masih banyak produk kosmetik di pasar domestik yang bergantung pada bahan impor.
Menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, penguatan riset dan inovasi hilirisasi sawit, termasuk pengembangan metalik stearat, berpotensi meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri sekaligus memperkuat kemandirian bahan baku kosmetik nasional. Dengan dukungan riset berkelanjutan, turunan sawit tidak hanya menopang sektor pangan dan energi, tetapi juga berperan penting dalam industri gaya hidup dan kesehatan modern. (T2)









