sawitbaik

Palm Acid Oil Naik Kelas, Produk Turunan Sawit yang Jadi Rebutan Pasar Eropa



Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi pelabuhan ekspor khusus CPO.
Palm Acid Oil Naik Kelas, Produk Turunan Sawit yang Jadi Rebutan Pasar Eropa

SAWITBAIK.ID, KUALA LUMPUR — Produk turunan kelapa sawit terus membuktikan perannya sebagai komoditas strategis di pasar global. Salah satu yang kini mencuri perhatian adalah Palm Acid Oil (PAO), produk samping pemurnian minyak sawit yang bertransformasi dari bahan baku sabun tradisional menjadi input penting bagi industri energi terbarukan, oleokimia, hingga pakan ternak.

Menurut tulisan Hajar Shamsudin dari Malaysian Palm Oil Council (MPOC) yang dilansir InfoSAWIT, PAO dihasilkan dari proses pemurnian alkali minyak sawit. Kandungan asam lemak bebas (free fatty acid/FFA) yang tinggi—umumnya di atas 50 persen—menjadikannya bahan ideal untuk berbagai aplikasi industri modern.

Secara teknis, PAO merupakan fraksi asam lemak hasil distilasi yang berasal dari palm oil mill effluent (POME) serta minyak sawit yang dimurnikan secara kimia. Dengan kadar air yang relatif rendah, sekitar 2–3 persen, PAO dinilai efisien dan stabil sebagai bahan baku biodiesel, pakan ternak, maupun industri sabun.

Meski memiliki kadar FFA sedikit lebih rendah dibanding Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), karakter kimia PAO tergolong serupa. Fleksibilitas inilah yang membuat PAO kian diminati sebagai alternatif berkelanjutan dalam rantai pasok global, terutama di tengah menguatnya agenda transisi energi bersih.

 

Pasar Global Tumbuh Pesat

Nilai pasar PAO global diperkirakan mencapai US$820 juta pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) 8,5 persen hingga 2034, menembus sekitar US$1,72 miliar. Dorongan terbesarnya datang dari sektor biodiesel, seiring meningkatnya kebijakan energi terbarukan dan target penurunan emisi karbon di berbagai negara.

Selain bioenergi, permintaan PAO juga menguat di sektor oleokimia dan pakan ternak, sejalan dengan meningkatnya konsumsi sabun, deterjen, serta produk nutrisi hewan secara global. Kombinasi efisiensi biaya, kegunaan luas, dan kesesuaian dengan kebijakan hijau menjadikan PAO komoditas strategis dalam satu dekade ke depan.

 

Swedia dan Italia Jadi Pasar Unik

Di kawasan Uni Eropa, Swedia dan Italia muncul sebagai pasar PAO yang menonjol. Dalam sembilan bulan pertama 2025, Malaysia mengekspor 64.151 ton PAO senilai sekitar €49 juta ke dua negara tersebut.

Swedia tercatat sebagai importir terbesar dengan volume lebih dari 53.000 ton sepanjang Januari–September 2025—angka yang tergolong unik mengingat populasi negara tersebut hanya sekitar 10,5 juta jiwa. Sementara Italia mulai mengimpor PAO pada 2025 setelah mencatat nol impor pada 2024, membuka peluang baru bagi eksportir sawit Malaysia di pasar Eropa. (T2)