SAWITBAIK.ID, JAKARTA — Produk-produk turunan minyak sawit disebut tidak mengandung asam lemak trans atau trans fatty acid (trans fat). Fakta ini menjadi salah satu keunggulan penting minyak sawit dibandingkan sejumlah minyak nabati lain yang harus melalui proses kimia tambahan.
Dalam kajian yang dirangkum Hariyadi (2010), pembentukan lemak trans pada produk turunan minyak nabati umumnya terjadi melalui proses hidrogenasi parsial. Teknik ini digunakan untuk membuat minyak cair menjadi lebih padat sekaligus meningkatkan stabilitasnya.
Namun pada pengolahan produk berbasis minyak sawit, proses hidrogenasi parsial tidak diperlukan. Karakter alami minyak sawit yang sudah stabil membuatnya dapat langsung digunakan atau dimodifikasi tanpa tahapan tersebut, sehingga tidak memicu terbentuknya lemak trans.
Dengan demikian, berbagai produk turunan sawit seperti minyak goreng, margarin, dan fat spread dapat diformulasikan tanpa kandungan lemak trans dari proses hidrogenasi parsial. (T2)
Sumber: Hariyadi (2010); Buku Fakta Kelapa Sawit terbitan Tim Advokasi Minyak Sawit Indonesia - Dewan Minyak Sawit Indonesia tahun 2010.










