SAWITBAIK.ID, JAKARTA — Minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) tidak hanya dikenal sebagai bahan baku utama industri pangan dan oleokimia, tetapi juga dapat diolah menjadi minyak sawit merah (red palm oil/RPO) yang kaya kandungan gizi. Produk ini mempertahankan komponen bioaktif penting seperti β-karoten dan vitamin E melalui teknik pengolahan khusus yang dirancang untuk meminimalkan kerusakan nutrisi.
Merujuk Buku Fakta Kelapa Sawit terbitan Tim Advokasi Minyak Sawit Indonesia – Dewan Minyak Sawit Indonesia tahun 2010, pengolahan CPO menjadi minyak sawit merah dilakukan dengan sejumlah pendekatan teknologi yang berfokus pada pelestarian senyawa gizi alami.
Beberapa metode pengolahan tersebut antara lain menggunakan teknik Supercritical Fluid Extraction (SFE) yang dilaporkan mampu menghasilkan rendemen β-karoten hingga 96,4 persen. Selain itu, terdapat metode destilasi molekuler dengan rendemen β-karoten sekitar 80 persen. Metode lainnya adalah proses pemurnian minyak konvensional yang dimodifikasi agar kehilangan nutrisi dapat ditekan semaksimal mungkin selama proses berlangsung.
Data rujukan tersebut dihimpun oleh Tim Advokasi Minyak Sawit Indonesia - Dewan Minyak Sawit Indonesia yang menyoroti pentingnya inovasi proses dalam menjaga nilai tambah gizi dari minyak sawit.
Manfaat Gizi dan Aplikasi Kesehatan
Minyak sawit merah dikenal memiliki kandungan provitamin A yang tinggi, terutama dalam bentuk α- dan β-karoten. Kandungan ini menjadikan RPO berpotensi besar untuk mendukung program perbaikan gizi masyarakat.
Dalam aplikasinya, suplementasi RPO pada ibu hamil dan menyusui dilaporkan dapat meningkatkan konsentrasi α- dan β-karoten dalam plasma darah serta air susu ibu (ASI). Temuan ini memperkuat posisi minyak sawit merah sebagai sumber nutrisi strategis bagi kelompok rentan.
Selain itu, minyak sawit merah juga dinilai berpotensi menjadi bagian dari strategi nasional dalam mengurangi defisiensi vitamin A. Promosi konsumsi RPO secara luas dinilai dapat membantu memperbaiki kecukupan vitamin A pada populasi, terutama di wilayah dengan risiko kekurangan gizi mikro.
Bahan Baku Fleksibel untuk Produk Turunan
Tidak hanya untuk suplementasi, minyak sawit merah juga memiliki spektrum pemanfaatan yang luas di industri pangan. Produk ini dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, antara lain: Minyak makan dan minyak tumis; Minyak sachet untuk mie instan; Salad dressing; Minuman emulsi berperisa buah, cokelat, dan mocca; Produk mikroenkapsulasi nutrisi; Fat spread dan margarin; Cocoa Butter Equivalent (CBE); Cocoa Butter Substitute (CBS).
Dengan dukungan teknologi pengolahan yang tepat, minyak sawit merah dinilai mampu menjadi produk bernilai tambah tinggi—tidak hanya dari sisi industri, tetapi juga dari perspektif kesehatan masyarakat. Pengembangan RPO pun membuka peluang diversifikasi produk sawit yang lebih fungsional dan berbasis nutrisi. (T2)










