SAWITBAIK.ID, KUALA LUMPUR — Harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan bergerak stabil pada 2026 dengan kecenderungan menguat, meskipun pasar masih berpotensi bergejolak. Maybank Investment Bank Bhd (Maybank IB) memproyeksikan harga CPO rata-rata berada di level RM4.100 per ton sepanjang 2026, dengan kisaran perdagangan RM3.700–RM4.700 per ton.
Dalam laporan riset terbarunya, Maybank IB menilai pola musiman masih akan menjadi penggerak utama pasar. Namun, isu kebijakan biodiesel Indonesia—khususnya wacana B50—disebut menjadi faktor yang bisa mengubah arah harga kapan saja.
“Asumsi dasar kami saat ini masih mengacu pada B40, sejalan dengan kuota biodiesel yang sudah dialokasikan untuk 2026. Namun pembicaraan soal rencana B50 dapat memengaruhi harga pasar pada 2026,” tulis Maybank IB, Selasa (13/1/2026).
Maybank IB memperkirakan awal 2026 akan dibuka dengan pergerakan relatif lambat karena tingginya stok bawaan dari tahun sebelumnya. Namun peluang penguatan harga diperkirakan muncul menjelang akhir kuartal I, seiring permintaan musiman Tahun Baru Imlek serta Ramadan yang berbarengan dengan fase produksi rendah.
“Kami lebih optimistis terhadap harga CPO menjelang akhir kuartal pertama 2026 karena permintaan Imlek dan Ramadan bertepatan dengan siklus output rendah,” tulis bank tersebut.
Maybank IB juga menilai terdapat peluang kenaikan harga sekitar 5–10% di atas proyeksi apabila Indonesia benar-benar menjalankan B50 tanpa kompromi. Meski demikian, skema pendanaan kebijakan tersebut masih menjadi pertanyaan, terutama karena adanya selisih harga palm oil dan gas oil (POGO).
Di tengah peluang dan ketidakpastian itu, Maybank IB tetap mempertahankan rekomendasi netral, serta menyarankan strategi trading jangka pendek menjelang akhir kuartal I 2026 sembari menunggu arah kebijakan lebih jelas. (T2)
Sumber: Bernama










