SAWITBAIK.ID, LAMANDAU — Praktik sawit berkelanjutan kini tidak lagi identik dengan perusahaan besar. Dari tingkat desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Mulya Jaya (BMJ) justru menunjukkan langkah nyata bagaimana petani sawit swadaya mampu menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) melalui aksi yang terukur.
Sepanjang 2025, BUMDes BMJ yang telah mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) berhasil mengantongi kredit sebesar Rp 1,2 miliar melalui skema book and claim. Nilai tersebut melonjak dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 762 juta.
Kenaikan pendapatan dari kredit RSPO ini dinilai menjadi ruang baru bagi BUMDes untuk memperluas program keberlanjutan berbasis komunitas, sekaligus meningkatkan layanan bagi petani sawit swadaya yang berada di bawah naungannya.
Direktur BUMDes Berkah Mulya Jaya, Choirul Fuadi, mengatakan dana kredit RSPO kini menjadi tulang punggung pembiayaan berbagai program lingkungan dan konservasi yang dijalankan organisasi petani tersebut.
“Kredit RSPO kami alokasikan untuk mendukung penerapan prinsip ESG petani sawit swadaya anggota. Ini bukan sekadar sertifikasi, tetapi aksi nyata di lapangan,” ujar Choirul, Senin (12/1/2026).
Salah satu program yang telah direalisasikan menjelang akhir 2025 adalah penyaluran dana sebesar Rp 21 juta untuk mendukung pengelolaan hutan desa, sekaligus program adopsi orangutan di Pulau Salat, Kalimantan Tengah.
Program itu dijalankan melalui kolaborasi bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), sebagai bentuk kepedulian petani sawit terhadap keanekaragaman hayati di sekitar wilayah perkebunan rakyat.
Choirul menegaskan, komitmen berkelanjutan tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen sertifikasi semata, tetapi harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang membawa manfaat bagi alam dan masyarakat.
Ia berharap, semakin banyak pembeli global memberikan dukungan terhadap kredit RSPO dari petani kecil, sehingga penguatan sawit berkelanjutan bisa berjalan lebih luas.
“Petani masih membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Kami tidak bisa berjalan sendiri dalam menerapkan prinsip dan kriteria keberlanjutan,” ujarnya.
Saat ini, BUMDes Berkah Mulya Jaya menaungi 128 petani sawit bersertifikat dengan total luasan lahan 556,7 hektare, yang tergabung dalam lima kelompok di Desa Mekar Mulya, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau. Dari desa ini, praktik sawit berkelanjutan berbasis komunitas terus bertumbuh dan memberi harapan baru bagi masa depan sawit rakyat. (T2)
Sumber: Fortasbi










