SAWITBAIK.ID, JAKARTA — Memasuki awal 2026, pasar karet global belum menunjukkan gejolak besar. Pergerakan harga diperkirakan cenderung stabil dengan peluang penguatan bertahap, seiring pemulihan aktivitas industri pasca libur akhir tahun.
Ketua DPW APKARINDO Sumatera Selatan, Supartijo, menilai penguatan harga di penghujung 2025 memberikan pijakan psikologis yang cukup baik bagi pasar. Meski demikian, ia mengingatkan agar pelaku usaha tidak terburu-buru membaca situasi secara terlalu optimistis.
Sejumlah faktor dinilai menopang stabilitas awal tahun, mulai dari penyesuaian pasokan negara produsen, kembalinya permintaan industri manufaktur, hingga nilai tukar yang relatif terkendali. Kondisi ini membantu menahan tekanan harga agar tidak kembali melemah.
Namun, dinamika global tetap menjadi bayang-bayang. Fluktuasi mata uang internasional, arah kebijakan ekonomi negara besar, serta perkembangan sektor otomotif—sebagai konsumen utama karet—masih berpotensi memicu koreksi jangka pendek.
Menurut Supartijo, dibandingkan awal 2025, kondisi pasar saat ini justru lebih sehat. Harga bergerak lebih rasional, tidak terlalu dipengaruhi spekulasi ekstrem. Lonjakan tajam belum menjadi skenario utama, tetapi tren stabil dinilai cukup memberi ruang napas bagi petani dan pelaku industri.
Ia menegaskan, kewaspadaan tetap kunci utama. Informasi pasar, efisiensi produksi, dan manajemen risiko perlu terus diperkuat agar pelaku usaha tidak terjebak euforia sesaat.
Awal 2026 mungkin belum menghadirkan lonjakan, namun bagi industri karet, stabilitas itu sendiri sudah menjadi sinyal positif. (T2)










