SAWITBAIK.ID, KUALA LUMPUR — Dari ruang tamu hingga pusat spa, lilin kini menjelma simbol gaya hidup modern. Di balik cahaya lembut dan aroma menenangkan itu, minyak sawit Malaysia perlahan mengukuhkan peran sebagai bahan baku utama yang ramah lingkungan dan kompetitif di pasar global.
Menurut kajian Malaysian Palm Oil Council (MPOC), nilai pasar lilin dunia telah menembus US$8,4 miliar dan terus tumbuh seiring meningkatnya minat konsumen terhadap produk wellness, dekorasi rumah, dan self-care. Tren ini membuka peluang hilirisasi sawit bernilai tinggi.
Amerika Utara dan Eropa masih menjadi pasar utama, namun Asia mencatat pertumbuhan tercepat. Urbanisasi, peningkatan pendapatan, dan perubahan gaya hidup mendorong permintaan lilin beraroma dan dekoratif—segmen yang sangat cocok dengan karakteristik lilin berbasis sawit.
Dari sisi teknis, turunan sawit seperti palm stearin dan asam stearat memiliki keunggulan signifikan. Titik leleh yang tinggi membuat lilin lebih stabil di iklim panas, waktu bakar lebih lama, serta pembakaran lebih bersih dibandingkan lilin parafin berbasis petroleum.
Keunggulan itu semakin relevan di era keberlanjutan. Konsumen global kian selektif, mencari produk yang tak hanya indah dan fungsional, tetapi juga bertanggung jawab secara lingkungan. Sertifikasi MSPO memberi nilai tambah penting bagi sawit Malaysia untuk menembus pasar premium Eropa dan Amerika Utara.
Tak berhenti di produk massal, segmen lilin mewah dan artisan juga mulai dilirik. Lilin berinspirasi parfum kelas atas menawarkan margin tinggi dan membuka ruang kolaborasi dengan merek lifestyle global.
Bagi Malaysia, lilin bukan sekadar produk turunan. Ia adalah contoh bagaimana sawit bisa naik kelas—dari komoditas mentah menjadi simbol inovasi hijau bernilai miliaran dolar. (T2)










