InfoSAWIT, PALANGKARAYA | Rupanya Forum Borneo akan terus berlanjut hingga tahun depan sesuai situasi dan kondisi serta isu kekinian yang terjadi pada komoditi dan industri kelapa sawit secara lokal, regional, nasional bahkan internasional.
Diungkapkan Presiden Borneo Forum Muhammadsjah Djafar, tahun depan tuan rumah Forum Borneo ke 6 kita pilih Kalimantan Utara. pertemuan The 6th Borneo Forum di Kalimantan Utara pada 2023 tetap mengangkat isu kekinian perkelapa sawitan.
Namun demikian lanjut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim ini, pihaknya selaku leading sector forum tetap selalu berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan selaku instansi yang berwenang dalam subsektor perkebunan serta instansi terkait lainnya bahkan Kementerian Koordinator Perekonomian.
"Seperti tahun ini, baru saja kita bahas dalam The 5th Borneo Forum tadi terkait kegiatan peremajaan sawit dan harga TBS (tandan buah segar) kelapa sawit serta beberapa isu penting lainnya," jelasnya usai mendampingi Gubernur Kaltim Isran Noor menghadiri The 5th Borneo Forum 2022 di Ballroom Kahayan Swiss Belhotel Danum Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dikutip InfoSAWT dari laman resmi Disbun Kaltm.
Diakui kualitas sawit Kaltim juga Indonesia cukup bagus meski harga masih fluktuatif tetapi sangat menjanjikan. Misalnya, harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah cukup tinggi dengan permintaan pasar dalam dan luar negeri yang tinggi pula.
Selain itu, produksi CPO khusus Kaltim minimal mencapai 4 juta ton per tahun yang didistribusikan (ekspor) ke berbagai negara seperti Pakistan dan India serta negara-negara Eropa.
"Ya, melalui forum seperti ini lah, kita pelaku perkelapasawitan terus berupaya menangkal permasalahan dengan mencari solusi, disamping terus meningkatkan produksi dan produktifitas serta kualitas kelapa sawit kita," tandas dia. (T2)













