sawitbaik

PT SMART Tbk., Jawara Pendapatan Terbesar Dari 8 Emiten Sawit



Foto: Miftahurrohman/SawitFest 2021/ilustrasi lanskap perkebunan kelapa sawit
PT SMART Tbk., Jawara Pendapatan Terbesar Dari 8 Emiten Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Dari sebanyak 14 dari 27 emiten perkebunan sawit telah merilis laporan keuangan semester I/2022. Dimana, rata-rata pendapatan emiten sawit mengalami kenaikan 21,18% secara tahunan (yoy). Hal itu diikuti oleh lonjakan rata-rata laba bersih sebesar 80,02% (yoy).

Dimana PT SMART Tbk. (kode saham: SMAR) menjadi emiten perkebunan sawit yang meraup pendapatan terbesar mencapai Rp 36,11 triliun pada semester I/2022. “Nilai tersebut melonjak 51,80% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 23,79 triliun,” demikian catat DataIndonesia.id dalam laporan resminya, yang dikutip InfoSAWIT, Sabtu (27/8/2022).

Lantas posisi selanjutya diduduki oleh PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) yang meraup pendapatan sebanyak Rp 10,96 triliun atau naik 1,23% (yoy) dari sebelumnya Rp 10,83 triliun. Posisi ketiga, terdapat PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) yang mencetak pendapatan sebesar Rp 4,62 triliun atau melonjak 61,57% (yoy) dari sebelumnya Rp 2,86 triliun. 

Kemudian keempat ditempati, PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) meraup pendapatan sebesar Rp 4,18 triliun atau naik 57,33% (yoy) dari sebelumnya Rp 2,66 triliun. Kelima, terdapat PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) menempati urutan kelima dengan pendapatan sebesar Rp 3,79 triliun atau naik 14,86% (yoy) dari sebelumnya Rp 3,29 triliun. 

Keenam, Ada pula PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) yang meraup pendapatan sebesar Rp 2,62 triliun atau turun 1,60% (yoy) dari sebelumnya Rp2,67 triliun. Lalu, posisi ketujuh, PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) mencetak pendapatan sebesar Rp2,32 triliun atau naik tajam 71,18% (yoy) dari sebelumnya Rp 1,36 triliun. 

Terakhir, atau yang kedelapan, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) dengan pendapatan sebesar Rp 2,14 triliun. Nilai tersebut meningkat 22,66% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,74 triliun. (T2)