InfoSAWIT, KUALA LUMPUR - Harga Kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives memperpanjang kenaikan menjadi ditutup lebih tinggi pada hari Rabu (24/8/2022), didorong oleh sentimen pasar yang positif.
Kepala penelitian komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani mengatakan, pasar lokal dipengaruhi oleh momentum kenaikan harga kontrak berjangka minyak kedelai Chicago Board of Trade (CBOT) dan ketidakpastian di pertengahan sesi minyak nabati pada Bursa Berjangka di China.
Dia mengatakan, munculnya gelombang panas yang berkepanjangan di daerah perkebunan kedelai di Amerika Serikat (AS) telah berpotensi merusak tanaman kedelai akibatnya mendongkrak harga kedelai asal AS.
“Namun, reli di CBOT minyak kedelai berjangka telah sepenuhnya dinetralisir oleh jatuhnya basis minyak kedelai di Amerika Selatan dan sentimen bullish tidak sepenuhnya berubah menjadi tindak lanjut pembelian di pasar minyak nabati terkait hari ini,” katanya seperti ditulis Bernama.
Sementara pada penutupan, kontrak berjangka CPO untuk bulan spot September 2022 meningkat RM 63 menjadi RM 4,290 per ton, Oktober 2022 meningkat RM 70 menjadi RM 4,304.0/ton, November 2022 naik RM 74 lebih tinggi menjadi RM 4,308/ton dan Desember 2022 naik RM 78 menjadi RM 4,325/ton.
Lantas Januari 2023 naik RM 78 menjadi RM 4,354/ton dan Februari 2023 naik RM 68 menjadi RM 4,379/ton. Total volume meningkat menjadi 88.582 lot dari 74.769 lot pada hari Selasa (23/8/2022), sementara open interest melebar menjadi 264.898 kontrak dari 253.122 kontrak sebelumnya.
Dilansir The Edge Markets, harga CPO fisik untuk September Selatan adalah RM 70 lebih tinggi pada RM 4.350 per ton. (T2)










