sawitbaik

GAPKI Kalsel Dukung Penerapan Integrasi Sawit-Sapi, Wujudkan Swasembada Sapi Potong



GAPKI Kalsel Dukung Penerapan Integrasi Sawit-Sapi, Wujudkan Swasembada Sapi Potong

InfoSAWIT, BANJARMASIN Guna mendukung mewujudkan swasembada sapi potong pada tahun 2024 di provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Kalsel, mendukung upaya tersebut.

Diungkapkan Ketua GAPKI Kalsel Eddy S Binti, GAPKI Kalsel memiliki anggota sebanyak 49 perusahaan perkebunan  kelapa sawit, semuanya mendukung program swasembada sapi potong di Kalsel melalui penerapan Sistem Integrasi Kelapa Sawit Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (Siska Ku Intip).

Menurut dia, anggota GAPKI baik Perusahaan Besar Swasta (PBS) dan Perusahaan Besar Negara (PBN) sebagian sudah menjalankan program Pemprov di bawah Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel tersebut.

"Sejak 6 bulan lalu kita MoU dengan Pemprov ada sebanyak 7 perusahaan yang sudah menjalankan program Siska Ku Intip tersebut," ujarnya seperti dilansir Antara, Senin (22/8/2022).

Diantara perusahaan besar yang menandatangani MoU disaksikan langsung Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, yakni, Jhonlin Group, Hasnur Group, Astra Group, Gawi Group, PT Candi Artha, Sinar Alam Plantations Group dan Buana Karya Bakti.

Ungkap, Eddy S Binti, luas perkebunan kelapa sawit di Kalsel sekitar 5,6 juta hektare, di mana setiap perusahaan setidaknya menyiapkan sekitar 2 persen lahannya untuk digunakan masyarakat petani ternak memelihara sapi. "Kita prioritaskan yang plasma atau milik masyarakat," ujarnya.

Dia pun memastikan untuk pengembalaan sapi di lahan sawit ini tidak ada pungutan atau kerjasama yang harus dibayar petani kepada perusahaan.

Sementara Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor menyampaikan, kebutuhan sapi untuk wilayah provinsi ini rata-rata pertahunnya 50 ribu ekor. Dipenuhi sapi lokal baru sekitar 27 ribu ekor, sisa diperoleh dari daerah lain.

"Sebab daerah kita ini akan menjadi penyandang pangan Ibu Kota Negara (IKN) baru yang berada di provinsi tetangga, yakni, Kaltim, kita harus siap untuk memenuhi ketahanan pangannya," tutur Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel Suparmi menambahkan, bahwa wujud dari kerjasama dengan perusahaan sawit ini untuk menjadikan kluster-kluster desa Siska Ku Intip dengan target per kluster menggembala sebanyak 1.000 ekor sapi. "Saat ini yang sudah berjalan rata-rata 100 ekor sapi satu titik kluster," tandas Suparmi. (T2)