InfoSAWIT, BALIKPAPAN - Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Sosialisasi Teknis dan Administrasi Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (PSDM-PKS) di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, pertengahan Agustus 2022 lalu.
Kepala Disbun Kaltim Ujang Rachmad mengapresiasi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser yang mendapatkan alokasi kegiatan PSDM-KPS Tahun 2021 dan tahun 2022 serta mengharapkan agar dapat berbagi ilmu dan informasi kepada kabupaten lainnya di Kalimantan Timur. "Pelatihan pekebun/lembaga pekebun diharapkan ada transfer skill dan pengetahuan ke daerahnya masing-masing yang berdampak perbaikan pengembangan kelapa sawit," kata Ujang Rachmad.
Ujang mengakui program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit melalui pendidikan dan pelatihan menjadi investasi utama, sehingga perkebunan kelapa sawit tetap menjadi sub sektor perkebunan yang menjanjikan di masa mendatang.
Saat ini lebih lanjut kata Ujang, pemerintah mempunyai kebijakan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan SDM, sarana dan prasarana, perbaikan tata kelola, kelembagaan dan pemberdayaan, pendanaan, ISPO, dan energi terbarukan.
Kebijakan itu menurut Ujang, tidak lain untuk menjawab tantangan yang dihadapi terkait produktivitas, hilirisasi, terindikasi kawasan hutan dan KHG, legalitas dan perizinan, gangguan usaha dan konflik, akses pasar, negative campaign dan energi.
Karenanya, bagi Ujang, SDM mempunyai peran penting dan strategis dalam sistem produksi kelapa sawit.
Sementara Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser Djoko Bawono menegaskan, dalam menghasikan SDM yang baik perlu pelatihan dan pendidikan agar kualitasnya terus berkembang serta meningkat sesuai kebutuhan industri kelapa sawit.
Selain itu, pelatihan juga diperlukan guna meningkatkan kualitas pekebun/kelembagaan pekebun, sehingga terjadi pemerataan dan peningkatan SDM pekebun maupun lembaga pekebun. (T2)













