InfoSAWIT, JAKARTA – Sebagai perusahaan agribisnis, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) menerapkan praktik kelapa sawit yang berkelanjutan serta berupaya untuk melindungi lingkungan hidup. Perlindungan lingkungan, konservasi, dan praktik pertanian terbaik sangat diperlukan untuk menghindari dan memitigasi dampak negatif, serta menghasilkan dampak positif untuk planet ini.
Guna memitigasi dampak perubahan iklim, sejak 2012 ANJ telah melakukan penurunan Gas Rumah Kaca (GRK) dengan membangun proyek biogas. Penurunan GRK per tahun sebesar 50.000 – 60.000 ton CO2 ekuivalen dan menghasilkan penjualan listrik (nett sell) dari PLTBg sebesar 9,4 juta kWh per tahun. Selanjutnya pada 2015, ANJ melakukan program composting melalui pemanfaatan limbah padat berupa janjang kosong untuk diolah menjadi pupuk organik.
Director of Engineering, Environment, Health, and Safety (EHS) and Security ANJ Group, Mohammad Fitriyansyah, menyebutkan, kebijakan pengurangan emisi dan efisiensi energi, yang merupakan komponen dari Kebijakan Keberlanjutan dan Kebijakan Lingkungan ANJ, difokuskan pada upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan beralih ke pupuk organik, meningkatkan pemakaian energi terbarukan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Serta penangkapan gas metana dari POME untuk dikonversi menjadi biogas. Electrostatic precipitator (ESP) di beberapa pabrik juga dipasang untuk mengontrol polusi udara dengan mengurangi partikulat yang dilepaskan ke udara,” katanya dalam keterangan pers diterima InfoSAWIT, belum lama ini. (T2)













