InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Malaysia Palm Oil Council (MPOC) pada Rabu (1/6/2022), menurunkan prospek produksi minyak sawit bagi produsen terbesar kedua di dunia, Malaysia dan memprediksi harga minyak sawit untuk tetap di atas RM 6.000 per ton tahun ini.
MPOC memperkirakan produksi Malaysia tahun 2022 sebesar 18,6 juta ton, naik dari 18,1 juta ton pada tahun 2021, lantaran pekerja migran diperkirakan akan masuk dan membantu meringankan kekurangan tenaga kerja di perkebunan.
Diungkapkan Wakil Direktur MPOC, Mohd Izham Hassan, dunia akan melihat permintaan minyak dan lemak yang lebih tinggi pada tahun 2022, dan ketergantungan minyak sawit global akan terus meningkat.”Ekspor minyak dan lemak pada tahun 2022 kemungkinan akan mendekati 97 juta metrik ton dan pangsa minyak sawit bisa mencapai 60%,” katanya seperti dilansir Reuters.
MPOC mematok harga minyak sawit acuan Malaysia untuk tetap antara RM 6.500 – RM 6.800 per ton hingga akhir Juli 2022, dan turun menjadi RM 6.300 – RM 6.500 per ton hingga September 2022, kata Mohd Izham, karena dimulainya kembali ekspor minyak sawit dari Indonesia.
“Koreksi harga untuk semua minyak nabati diperkirakan akan terjadi pada akhir kuartal IV-2022, dan harga minyak sawit kemungkinan akan diperdagangkan di atas RM 6.000 per metrik ton,” tambahnya. (T2)
Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Juni 2022













