InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam tiga bulan terakhir kondisi perkebunan kelapa sawit di tingkat petani sudah sangat memprihatinkan, bukannya menyalahkan pemerintah dengan sederet kebijakan yan diterapan.
Sejatinya ungkap Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR-Trans (Aspekpir), Setiyono, kondisi serupa pernah juga terjadi pada 2008 silam, namun saat itu situasinya tidak separah kondisi sekarang, lantaran harga TBS Sawit yang sebelumnya Rp 4.000/kg menjadi hanya sekitar Rp 400/Kg.
“Kami tahu ini pernah terjadi di 2008, namun kondisi saat ini lebih berdampak parah, karena saat ini ditengarai ada perusahaan yang memanfaatkan dengan situasi seperti ini, utamanya perusahaan minyak goreng sawit,” kata Setiyono saat Press Conference POPSI difasilitasi InfoSAWIT, pada Rabu (20/7/2022) di Jakarta.
Kata Setiyono, terkait minyak goreng semestinya bisa dilakukan dengan penerapan Bantuan Langsung Tunai (BLT), supaya tidak terjadi penyimpangan. Sebab bila yang dilakukan subsidi terhadap produk atau barang, maka barang yang disubsidi akan hilang di pasaran. (T2)













