InfoSAWIT, JAKARTA - Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Perjuangan, Alvian Rahman mengungkapkan, saat ini Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit telah terdampak dan harganya menurun selama 3 bulan terakhir. “Petani sawit sudah ambruk karena kebijakan yang kurang tepat,” ungkapnya saat Press Conference POPSI difasilitasi InfoSAWIT, pada Rabu (20/7/2022) di Jakarta.
Saat diterapkan penghentian ekspor pada 28 April 2022, awal mula terjadinya penurunan harga TBS Sawit petani yang sangat drastiS, telah membuat pelaku usaha dan harga di tingkat bawah anjlok mengalami kepanikan serta berimbas pada aspek ekonomi petani, dimana banyak pihak yang menggantungkan hidupnya pada komoditi sawit.
Sebab itu kata Alvian, solusi nya adalah dengan melakukan ekspor CPO secara bertahap dimana stok di dalam negeri per Juli 2022 diperkirakan akan mencapai 8 juta ton. “Bila dilakukan ekspor secara sekaligus akan semakin membuat harga minyak sawit ditingkat global menurun,” katanya.
Termasuk melakukan evaluasi terhadap besaran Bea Keluar dan pungutan ekspor yang saat ini diterapkan. Lantaran belajar dari Negara lain, dalam kondisi ini mereka menerapkan pajak ekspor dengan nilai yang rendah misalnya Thailand hanya sekitar 7%, Malaysia 3%, Vietnam sebesar 13%, “sementara Indonesia justru menerapkan pungutan dan pajak sebanyak 60%,” tandas Alvian. (T2)










