InfoSAWIT, PALEMBANG – Beluma lama ini Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 115/PMK.05/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.05/2022 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit pada Kementerian Keuangan.
Dimana dalam revisi PMK tersebut, tarif pungutan ekspor yang dikumpulkan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), untuk semua produk minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya menjadi nol.
Penghapusan sementara Pungutan Ekspor disambut baik pelaku sawit di Sumatera Selatan, utamanya petani sawit yang berjumlah 224.549 Kepala Keluargan. Harapannya kebijakan akan dapat segera berdampak mendongkrak harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani plasma maupun petani swadaya
Dikatakan Analisis PSP Madya Dinas Perkebunan Sumatra Selatan, Rudi Arpian, momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan pabrik kelapa sawit untuk segera mengosongkan tangki-tangki minyak sawit mentah (CPO) nya. “Penyerapan TBS sawit petani oleh pabrik kelapa sawit tergantung pada lancarnya ekspor,” katanya dalam Whatsapp yang diterima InfoSAWIT, Senin (18/7/2022).
Lebih lanjut kata Rudi, bila stok masih tinggi, tangki-tangki pabrik kelapa sawit yang masih penuh ini akan menghambat kenaikan harga TBS sawit. Apalagi saat ini volume ekspor CPO dan turunannya pada tahun 2021 sebanyak 2,5 sampai 3 juta ton/bulan, atau totalnya sebanyak 34 juta ton/tahun dari total produksi 49.71 juta ton.
“Saat ini stok nasional di bulan Juni berkisar 6,3 juta ton CPO (crude palm oil),” kata Rudi.
Belum lagi puncak produksi sawit pada bulan Juli-Desember 2022, yang diperkirakan akan menghasilkan sekitar 4,49 juta ton yang terdiri atas CPO dan CPKO per bulan. Sebab itu supaya pembelian TBS sawit petani berjalan lancar dibutuhkan komitmen bersama, paling tidak ada waktu sekitar 1,5 bulan sebagai window of opportunity untuk melakukan ekspor.
“Apalagi SOP nya sudah ada, aturannya sudah jelas Jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda ekspor paling tidak stok CPO nasional di angka 3-4 juta ton per bulan. Agar tidak terjadi penumpukan stok CPO sehingga menghambat kenaikan harga TBS petani,” tandas Rudi. (T2)










