sawitbaik

Pabrik Minyak Makan Merah Butuh Investasi Rp 23 Miliar, Kapasitas 10 ton per Hari



Pabrik Minyak Makan Merah Butuh Investasi Rp 23 Miliar, Kapasitas 10 ton per Hari

InfoSAWIT, JAKARTA -  Dalam upaya meningkatkan serapan Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani dan mencegah melorotnya harga buah sawit ditingkat petani, pemerintah sebelumnya mengusulkan pembangunan minyak makan merah (Red Palm Oil /RPO).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM) Teten Masduki mengungkapkan selepas mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada Senin (18/7/2022), bahwa usulan pembangunan pabrik minyak makan merah tersebut telah disetujui Presiden Joko Widodo.

Teten menargetkan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan bisa menyelesaikan detail engineering design (DED)-nya paling lambat pada Agustus 2022 mendatang. Apabila telah selesai maka bisa langsung masuk ke tahap produksi dengan melibatkan BUMN maupun swasta. Diperkirakan investasi untuk satu pabrik CPO dan RPO mini membutuhkan biaya sekitar Rp 23 miliar dengan return of investment (ROI) selama 4,3 tahun.

Menurutnya, investasi tersebut untuk produksi sebanyak 10 ton minyak makan merah per hari. Adapun untuk investasinya bisa diintegrasikan dengan working capital dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan bunga 5%.

Untuk ketersedian mesinnya bisa didukung melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan untuk pengembangan sawit di on-farm bisa dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Himbara.

“Jadi dalam model kami si koperasi membeli tunai sawit nya, TBS-nya dari petani sehingga si petani itu tidak lagi dipusingkan harus menjual sawitnya ke mana. Lalu koperasi mengolahnya menjadi CPO dan menjadi RPO dan kemudian mereka pasarkan. Kalau ini terintegrasi dengan program (pengurangan) stunting, juga misalnya PTPN menjadi offtaker-nya, selain juga petani bisa menjual sendiri,” kata Teten dalam keterangan resmi diperoleh InfoSAWIT, Senin (18/7/2022).

Untuk mencapai target produksi 10 ton per hari, Teten menjelaskan bahwa sawit yang dibutuhkan sekitar 50 ton per hari atau 1.000 hektar (ha). Untuk itu, pemerintah akan menargetkan agar setiap 1.000 ha lahan sawit ada satu pabrik CPO dan RPO mini ini. (T2)

Artikel ini telah tayang di sumatera.infosawit.com dengan judul © Presiden Jokowi Realisasikan Hasil Kunjungannya ke PPKS Medan.