sawitbaik

Harga Minyak Sawit Naik 3%, Dibayangi Pelemahan Ekspor



Foto: Hendra_sawitfest 2021 / Ilustrasi Proses Minyak Sawit
Harga Minyak Sawit Naik 3%, Dibayangi Pelemahan Ekspor

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka di Malaysia tercatat naik lebih dari 3% pada Jumat (15/7/2022) pagi, menjadi peluang untuk menutupi kerugian setelah sebelumnya harga minyak sawit anjlok, ditengah adanya prediksi pelemahan ekspor dari Malaysia lantaran Pemerintah Indonesia sedang menggenjot volume ekspor.

Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman September 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 106  per ton, atau naik sekitar 2,97%, menjadi RM 3.674 per ton pada  awal perdagangan. Dilansir Reuters, selama seminggu ini harga kontrak minyak sawit telah merosot 11,8%, selama dua minggu berturut-turut.

Pemerintah Indonesia sedang mepertimbangkan pemangkasan nilai Pungutan Ekspor lantaran selama ini dianggap membani harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani, termasuk memberikan insentif guna mempercepat kegiatan ekspor supaya tangki CPO di pabrik kelapa sawit segera normal.

Kontrak soyoil teraktif Dalian, DBYcv1 naik 2,7%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 turun 0,7%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 1,6%.

Minyak sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya karena mereka bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar pada perdagangan minyak nabati global.

Sementara, harga minyak mentah tercatat naik di tengah ketidakpastian kebijakan Federal Reserve AS dalam menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi yang merajalela, membuat minyak kelapa sawit sebagai pilihan yang menarik untuk bahan baku biodiesel.

Analis Teknis Reuters, Wang Tao mencatat, harga minyak sawit akan berada di RM 3.782 per ton, dan bs=isa berpeluang untuk bisa naik ke kiaran RM 3.900 – RM 3.999 per ton. (T2)